Jumat, 18 November 2011

Ilmu-ilmu dasar dalam biteknologi


Ilmu-ilmu dasar dalam biteknologi

Bioteknologi, berasal dari kata bios, artinya hidup, teknos atrinya penerapan, dan logos artinya ilmu. Jadi, bioteknologi adalah penerapan ilmu dengan memanfaatkan makhluk hidup, yaitu mikroorganisme dan sel yang diambil daritumbuhan, hewan, maupun manusia bahkan bagian kecil dari sel, yaitu DNA.
Istilah bioteknologi mencakup banyak aktivitas, yang biasanya memiliki kenyataan bahwa semua aktivitas ini menggunakan kemampuan dasar organisme hidup. Untuk memahami aktivitas tersebut maka sangat penting bagi kita memahami prinsip-prinsip dasar kimiawi kehidupan, terutama struktur dan fungsi protein, serta bahan genetik (DNA).
Untuk memahami bioteknologi diperlukan ilmu-ilmu dasar, seperti:
1.       Biologi molekuler, yaitu ilmu yang mempelajari tentang kimia kehidupan dari tingkat molekul. Ilmu ini sangat diperlukan dalam analisis semua proses hidup atau mikroorganisme.
2.       Biologi sel,yaitu cabang biologi yang mempelajari tentang struktur dan fungsi sel, baik yang merupakan makhluk hidup (mikroorganisme) maupun bagian dari dari makhluk hidup. Proses hidup berlangsung dalam sel.
3.       Biokimia, yaitu gabungan ilmu kimia dan biologi. Dalam bioteknologi tidak dapat terlepas dari semua proses kimia kehidupan, misalnya bagaimana suatu enzim bekerja dalam suatu proses kehidupan, hal ini dapat dipecahkan dengan biokimia.
4.       Mikrobiologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang kehidupan mikroorganisme yang merupakan kunci utama dari bioteknologi.
5.       Virologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang virus. Ilmu ini dimanfaatkan dalam bioteknologi untuk memecahka rahasia kehidupan sel dengan memanfaatkan virus. Dalam rekayasa genetika, virus dapat dijadikan sebagai vektor (pembawa gen) dari suatu organisme atau organ ke organ dan organisme yang lain.
6.       Genetika, yaitu ilmu yang mempelajari tentang materi genetik (gen atau DNA). Dasar kehidupan adalah gen atau DNA sehingga dalam bioteknologi harus memahami sruktur dan fungsi suatu materi genetik pada suatu organisme.
7.       Sitologi, yaitu ilmu tentang sruktur dan fungsi sel yang juga menjadi dasar bioteknologi.

Noktah


Noktah adalah tempat sitoplasma sel berhubungan dengan sitoplasma sel disampingnya. Lapangan noktah primer disebut juga noktah primordial atau noktah primer. Jadi, noktah primer adalah bagian tipis pada dinding yang ditembus oleh benang sitoplasma halus atau plasmodesmata. Pada waktu pembentukan dinding sekunder, bahan lapisan dinding tersebut tidak menutupi daerah lapangan noktah primer, sehingga plasmodesmata tetap dapat melaksanakan fungsinya. Baik noktah seperti itu lapangan noktah primer senantiasa berpasangan karena melibatkan bagian dinding antara dua sel yang berdampingan. Kedua noktah yang berpasangan itu disebut pasangan noktah. Setiap bagian dari pasangan itu memiliki ruang noktah, dan selaput yang memisahkan disebut  selaput noktah. Jadi, selaput noktah tipis yang ditembus oleh plasmodesmata itu terdiri dari lamela tengah dinding primer tipis di setiap sisinya.

Semua Untukmu


Semua untukmu
Ku tahu ku tak bisa sesempurna didrinya
Ku tahu ku tak bisa menjadi seperti dia
Ku sadari ku tak mampu menyerupainya
Ku sadari dia lebih baik dariku
Tapi....
Kau tak tahu cintaku untukmu lebih besar dari dia
Kau tak tahu cintaku untukmu lebih tulus dari dia
Kau tak tahu pengorbananku untukmu lebih besar dari dia
Kau tak tahu sakit yang kutanggung lebih dari yang dia rasakan
Namun......
Jika kebahagiaanmu ada pada dirinya
Maka ku akan melepas kebahagiaanku
Dan aku rela menanggung sakit
Agar kamu bisa tetap tersenyum dan merasa bahagia
Karena senyummu.....
Sudah mampu memberi kebahagian
UNTUKKU.........

VCO


 “VCO” , Penyembuh Ajaib dari Buah Kelapa

Minyak kelapa, yang kini lazim disebut Virgin Coconut Oil (Vico) selain dapat digunakan  untuk mrnggoreng makanan, dapat pula digunakan untuk membantu mencegah penyakit jantung, kanker, diabetes, dan penyakit degeneratif lainnya.  Selain itu, Vico dapat memperbaiki pencernaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah infeksi virus, serta membantu menurunkan berat badan. Multifungsi ini tidak ditemukan pada minyak kedelai,  minyak jagung, minyak sawit, minyak bunga matahari, maupun minyak hewan. Konon, bahan baku Vico banyak ditemukan di Indonesia.
Komponen minyak kelapa memiliki lemak jenuh sekitar 90% dan asam lemak tak jenuh sekitar 10%. Tingginya kandungan asam lemak jenuh menjadikan minyak kelapa sebagai sumber saturated fat. Asam lemak jenuh didominasi oleh asam laurat-memiliki rantai karbon 12, termasuk asam lemak rantai menengah alias medium-chain fatty acid (MCFA) dan jumlahnya sekitar 52% (hampir setara dengan air susu ibu) sehingga minyak kelapa kerap disebut minyak laurat.
Minyak kelapa yang memiliki asam jenuh amat bandel menahan serangan oksidasi saat penggorengan sehingga tidak menjadi penyumbang radikal bebas, suatu senyawa yang amat berbahaya bagi kesehatan. Minyak kelapa juga tidak berperan sebagai sumber lemak trans sehingga aman untuk dikonsumsi karena tidak mengatrol kadar LDL dalam darah.
Umumnya, masyarakat mengenal pengolahan danging buah kelapa menjadi minyak melalui pengolahan cara kering  dan basah. Kedua metode ini akan menghasilkan minyak yang berbau harum, tetapi warnanya kurang bening akibat penggunaan panas dalam proses pengolahannya.
Untuk memperoleh Vico, penggunaan panas diminimalkan atau sama sekali dihilangkan. Caranya adalah dengan menggunakan enzim secara langsung atau mikroba penghasil enzim tertentu untuk memecah protein yang berkaitan untuk memecah protein yang berikatan dengan minyak dan karbohidrat  sehingga minyak dapak terpisah secara baik. Pengolahan minyak kelapa dengan menggunakan enzim lazim disebut teknik fermentasi.
Proses fermentasi dinyatakan berjalan baik jika dari campuran tersebut terbentuk tiga lapisan, yakni lapisan atas berupa minyak murni (Vico), lapisan tengah berupa blando (warna putih), dan lapisan bawah berupa air. Lapisan minyak dipisahkan secara hati-hati. Minyak ini memberi aroma khas dan warna yang lebih jernih.

Selasa, 15 November 2011

siklus yang terlibat dalam siklus nitrogen


 Dalam siklus yang pertama, nitrogen elemental diambul dari atmosfer oleh bakteri pemfiksasi nitrogen dan sesudahnya dikonversi menjadi nitrat atau amonia, serta diinkorporasikan ke dalam molekul-molekul organik. Akan tetapi, nitrat dan nitrit diolah oleh bakteri denitrifikasi untuk menghasilkan nitrogen elemental, dan karenanya mengembalikan N2 ke atmosfer dan menyelesaikan satu siklus.
Dalam siklus yang kedua, amonia dan nitratdiinkorporasikan ke dalam molekul organik. Pada proses dekomposisi, molekul-molekul tersebut diamonifikasi dan lalu dinitrifikasi menjadi nitrat. Jika molekul-molekul itu diserap ulang oleh tumbuhan, dan diinkorporasika ke dalam molekul-molekul organik, alih-alih didenitrifikasi, molekul-molekul itu menyelesaikan satu siklus lain yang berbeda dengan yang pertama.