Jumat, 11 November 2011

Sistem Limforetikuler


KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah kepada semua makhluknya sehingga masih dapat merasakan nikmatnya dunia smpai saat ini. Salawat serta salam senantiasa tercurah kepada nabi besar muhammad SAW yang menjadi suri tauladan, penuntun serta penunjuk jalan umat manusia menuju kebenaran.
Penulisan makalah ini dengan tujuan untuk menambah sumber informasi kepada para pembaca mengenai masalah yang fenomenal dalam dunia pendidikan saat ini, yaitu semakin kurangnya pemahaman para guru dalam menyajikan materi pembelajaran, olehnya itu penulis mengangkat sebuah metode pembelajaran yang diharapkan dapat di gunakan oleh para guru disekolah.
Dalam penulisan makalah ini, penulis mendapatkan bantuan dari berbagai pihak yang memberikan sumbangsi baik dari segi moral maupun dari segi materil, olehnya itu penulis menghaturkan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang turut serta dalam penulisan makalah ini.
Keterbatasan yang ada yang terdapatpada diri penulis menyebabkan kurang sempurnanya makalah ini. olehnya itu, demi penyempurnaannya penulis mengharapakan kritik dan saran demi kesempurnaan makalah ini.

Makassar ,   November 2011

                                                            Penulis 


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................... i
KATA PENGANTAR........................................................................................ ii
DAFTAR ISI..................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 2
A.    Latar Belakang.................................................................................. 2
B.     Rumusan Masalah............................................................................. 3
C.     Tujuan................................................................................................ 3
D.    Manfaat............................................................................................. 4
BAB II PEMBAHASAN................................................................................... 5
A.    Pengertian Limforetikuler....................................................................... 5
B.     Unsur-Unsur  Sistem Limforetikuler....................................................... 6
C.     Mekanisme Pertahanan Tubuh (Limforetikuler).................................... 10
BAB III PENUTUP......................................................................................... 12
A.    Kesimpulan............................................................................................ 12
B.     Saran...................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Imunologi merupakan istilah yang mengacu pada sistem pertahanan tubuh yang dapat dimobilisasi dalam memerangi ancaman invasi asing. Sistem ini berperan dalam melindingi tubuh terhadap berbagai materi yang memiliki komponenberbeda dengan tubuh manusia. Keberadaan zat asing dalam tubuh  akan menimbulkan bahaya bagi menusia. Olehnya itu keberadaan sistem imunitas sangat penting.
Sistem imunitas secara umum dibagi menjadi dua yaitu sistem imun non spesifik dan sistem imun spesifik. Sistem imun non spesifik bekerja pertama saat terjadi invasi sel-sel asing sedang sistem imun spesifik mengacu pada sistem imun yang hanya mengenali secara spesifik satu jenis sel asing saja. Perlidungan tubih terhadap zat-zat asing diproduksi dalam tubuh manusia sendiri.
Penghasil zat sistedm imun dalam tubuh manusia terdapat hampir diseluruh bagian tubuh yang terdiri atas organ-organ kompleks serta bagian yang bersifat seluler dalam tubuh. Salah satu penghasil sistem imun ini adalah limfoid. Limfoid membentuk serangkaian struktur yang kompleks yang merupakan jalinan antara berbagai bagian penghasil zat imun sehingga membentuk suatu sistim. Jalinan ini dikenal dengan limforetikuler.
Sistem limforetikuler merupakan sistem yang memiliki peranan besar dalam mempertahankan tubuh bukan hanya perlindungan terhadap zat-zat asing yang menimbulkan efek biasa bgi tubuh namun juga perlidungan yang diberikan juga mengacu pada zat-zat asing yang bersifat berbahay bagi tubuh seperti sel tumor dan sel kanker. Dalam perkembangannya terdapat bagian dari sistim limforetikuler yang dikembangkan diluar tubuh hingga menjadi suatu materi yan berperan dalam mengobati penyakit kanker.
Oleh karena melihat pentingnya peranan sistim limforetikuler maka kami membahas materi ini dengan harapan materi ini dapat meningkatkan pemahaman kami sebagai mahasiswa yang baru mengembang mata kuliah Imunologi serta kami berharap materi ini bermanfaat bagi rekan-rekan mahasiswa.
B.  Rumusan Masalah
1.    Apakah pengertian sistem limforetikuler?
2.    Apakah unsur-unsur sistem limforetikuler?
3.    Bagaimanakan meknisme pertahanan tubuh melaui sistim limforetikuler?
C.  Tujuan
1.      Untuk meningkatkan pemahaman pembaca tentang materi limforetikuler.
2.      Untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai sistem imun dalam tubuh manusia.
3.    Untuk mmenuhi salah satu tugas mata kuliah imunologi.





D.    Manfaat
1.      Agar kita dapat lebih mengetahui lebih lanjut tentang sistem limforetikuler
2.      Agar pembaca mengetahui tentang sistem limforetikuler.




































BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Limforetikuler
Sistem limforetikuler, jika kita artikan secara terpisah, maka sebenarnya kata-kata ini tersusun dari 3 buah kata, yaitu sistem, limfoid, dan retikuler.
Sistem dalam kamus biologi berarti hirarki tertinggi susunan struktur dan fungsi tubuh. Jadi, sistem terdiri dari banyak organ degan fungsi khusus, kemudian organ dibina oleh jaringan, dan tiap jaringan dibina oleh banyak sel.
Limfoid dalam kamus biologi diartikan sebagai alat/jaringan penghasil limfosit, antibodi dan lain-lain perlengkapan respons imun.
Kemudian arti kata retikuler dalam kamus biologi adalah yaitu jenis sel dalam jaringan timus, membina suatu jalinan, dan di cela suatu jalinan itu terdapat limfosit T.
Dari ketiga susunan kata di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sistem limforetikuler adalah sekumpulan organ khusus yang memiliki fungsi yang sama (dalam artian penghasil limfosit, antibodi, dll) yang saling berikatan dan diantara ikatan-ikatan yang memiliki cela diisi oleh limfosit T.
            Keadaan tubuh yang menyiapkan suatu proteksi terhadap masuknya benda asing dalam tubuh dikenal sebagai sistem imun. Ketika paparan bahaya dapat melewati pertahanan pertama, maka pertahanan selanjutnya dilakukan oleh komponen yang terdapat dalam tubuh.12 Komponen-komponen sistem imun terdapat dalam jaringan limforetikuler yang letaknya terletak di seluruh tubuh, misalnya dalam sumsum tulang, kelenjar limfe, limpa, thymus, sistem saluran napas, saluran cerna dan organ-organ lain.
B.  Unsur-unsur  sistem limforetikuler
Dalam sistem limforetikuler, disusun oleh beberapa unsur yaitu unsur jaringan dan organ dan unsur seluler. Unsur jaringan dan organ terdiri atas organ linfoid primer dan organ limfoid sekunder. Yang termasuk organ limfoid primer yaitu sumsum tulang dan timus fungsi organ limfoid primer ini adalah Menyiapkan sel-sel limfosit agar mempunyai kemampuan mengenali/membedakan self dan nonself, sedang yang termasuk organ limfoid sekunder adalah limfonodus, Lien dan Malt/Galt.
1.    Organ limfoid primer
a.    Sumsum tulang merupakan organ limfoid yang menjadi sel –sel induk pembentukan darah,  yaitu sel darah merah dan sel darah putih. Pada sumsum tulang dihasilkan limfosit B dan linfosit T selain itu pada sumsum tulang terjadi pematangan limfosit B.
b.    Tymus
 Tymus merupakan organ yang terdapat pada mediastinum seperior-anterior, didepan pangkal pembuluh darah pada jantung yang terdiri atas 2 lobus dengan berat ± 30-40 gram. Tymus berfungsi sebagai tempat perkembangan limfosit menjadi limfosit T yang bersifat imunokompeten selain itu juga berfungsi dalam melepaskan limfosit T ke dalam peredaran darah untuk menuju ke jaringan limfoid sekunder.

2.    Organ limfoid sekunder
a.    Nodus limfe
Nodus limfe adalah bintilan tisu yang berbentuk seperti biji kacang. Berdiameter 2 hingga 35 mm, berwarna Kelabu-merah jambu (greyish-pink). Terdapat di sepanjang salur limfatik. Mengandungi ‘leukocyte’ (sel darah putih) yang mempunyai fungsi phagositosis’ Cecair limfa mesti melalui nodus ini sebelum kembali kedalam sistem peredaran darah.
b.    Limpa
Limpa merupakan organ berwarna ungu tua yang terletak di sebelah kiri abdomen. Limfa memiliki sistem kapiler biasa, tetapi darah langsung berhubungan dengan sel-sel limpa, darah dari limpa  dikumpulkan oleh sebuah sinus yang bekerja sebagai vena dan yang mengantarkan darahnya ke dalam cabang-cabang vena. Fungsi limpa yaitu sewaktu masih janin limpa berfungsi menghasilkan sel darah merah dan hal ini juga mungkin berfungsi pada orang dewasa jika sumsum tulang mengalami kerusakan. Selain itu juga berperan sebagai hemopoiesis, yaitu membuat sel darah putih jenis limfosit dan monosit.
Selain unsur jaringan dan organ sistm limforetikuler juga terdiri atas unsur seluler yaitu Limfosit T dan Limfosit B, sel Plasma, Sel NK dan sel fagosit mononuklear yaitu makrofak dan APC (Antigen Presenting Cell), PMN (Polimorphonuklear Cell) yaitu Netrofil, Eosinofil, Basofil, Mastosit dan Trombosit.

a.       Limfosit T dan Limfosit B
Limfosit T dan Limfosit B merupakan sel perantara dari hampir semua respon imun limfosit T dan Limfosit B berasal dari sel-sel limfositik di sumsum tulang. Sel-sel ini kemudian diproses agar menjadi imunokompeten. Limfosit T mendapatkan pengajaran pada bagian timus dan limfosit B di sumsum tulang dan pada akhirnya menetap pada jaringan-jaringan limfoid tubuh. Saat terjadi respon imun terhadap gen-gen asing, limfosit B terutama terlibat dalam pembentukan protein-protein globular yang disebut antibodi; proses tersebut dinamakan respon humoral. Pada limfosit T menginisiasi serangan oleh berbagai tipe sel terhadap zat-zat asing. Pada kedua tipe respon ini, entitas penyerang dikenali melalui antigen-nya.
Terdapat 3 sub populasi Sel T:
1.      Sel T sitotoksik mengancurkan sel pejamu yang memiliki antigen asing (contoh : virus, kanker)
2.      Sel T penolong menaikkan perkembangan sel B aktif menjadi sel plasma, Memperkuat sel T sitotoksik dan sel T penekan, Mengaktifkan makrofag
3.      Sel T penekan Menekan produksi antibody sel B dan aktifkan sel T sitotoksik, sel T penolong
Terdapat 3 jenis sel Limfosit B yaitu :
1.  Limfosit B plasma, memproduksi antibody
2.  Limfosit B pembelah, menghasilkan Limfosit B dalam jumlah banyak    dan cepat
3.  Limfosit B memori, menyimpan mengingat antigen yang pernah masuk ke dalam tubuh
b.      Sel Plasma
Sel plasma (bahasa Inggris: plasmocyte, plasma B cell, effector B cell) adalah plasmablas yang teraktivasi. Plasmablas merupakan sel B hasil pembibitan pusat germinal (germinal centers) pada sistem limfatik sehingga mempunyai kemampuan untuk memproduksi antibodi. Sel plasma lalu akan menghasilkan antibody dan melepaskanya ke dalam cairan tubuh.
Plasmablas yang bermukim pada area folikel limfatik sekunder seperti Peyer patch dan nodus limfa mesenterik, kemudian bermigrasi ke dalam sirkulasi darah, masuk ke dalam lamina propia dari saluran pencernaan dan lapisan epitelial lainnya. Sedangkan yang bermukim pada area sekunder nodus limfa dan folikel limpa akan bermigrasi menuju sumsum tulang.
Sepanjang migrasi, plasmablas akan teraktivasi menjadi sel plasma yang dapat bertahan hidup selama beberapa bulan hingga beberapa tahun dan memproduksi antibodi sepanjang usianya.
c.       Sel NK (Natural Killer)
Natural killer disebut juga sel nul atau populasi ketiga karena tidak termasuk sel B atau sel T. Sel NK membunuh sel target secara spontan dan memberikan pertahanan alamiah terhadap sel kanker dan virus.
C.  Mekanisme Pertahanan Tubuh (Limforetikuler)
Secara umum mekanisme limforetikuler yaitu Sistem limfatik ini merupakan suatu keajaiban yang bekerja untuk kemanfaatan bagi umat manusia. Sistem ini terdiri atas pembuluh limfa-tik yang terdifusi di seluruh tubuh, nodus limfa yang terdapat di beberapa tempat tertentu pada pembuluh limfatik, limfosit yang diproduksi oleh nodus limfa dan berpatroli di sepanjang pembuluh limfatik, serta cairan getah bening tempat limfosit berenang di dalamnya, yang bersirkulasi dalam pembuluh limfatik.
Cara kerja sistem ini adalah sebagai berikut: Cairan getah bening dalam pembuluh limfatik menyebar di seluruh tubuh dan berkontak dengan jaringan yang berada di sekitar pembuluh limfatik kapiler. Cairan getah bening yang kembali ke pembuluh limfatik sesaat setelah melaku-kan kontak ini membawa serta informasi mengenai jaringan tadi. Infor-masi ini diteruskan ke nodus limfatik terdekat pada pembuluh limfatik. Jika pada jaringan mulai merebak permusuhan, pengetahuan ini akan diteruskan ke nodus limfa melalui cairan getah bening.
Jika setelah pengamatan atas sifat-sifat musuh ini terdeteksi adanya bahaya, maka dikeluarkan tanda bahaya. Pada tahap ini, di nodus limfa dimulailah produksi limfosit dan sel prajurit lainnya dengan sangat cepat.
            Invasi mikroba memicu berbagai efektor nonspesifik dan sinyal inflamasi sehingga mikroba mudah diserang oleh berbagai molekul dan sel efektor. Sinyal inflamasi memacu fagosit oleh makrofag dan neutrofil yang berikatan dengan dinding pembuluh darah dan bergerak ke tempat infeksi untuk memakan mikroba penyebab infeksi. Selama proses ini sinyal inflamasi lainnya meningkatkan mobilisasi fagosit dan mediator lewat CRP, MBL dan komplemen melalui aliran darah ke tempat infeksi. Sel dendritik memakan dan memproses komponen mikroba, bermigrasi melalui saluran limfe ke kelenjar lomfoid yang dekat dan mempresentasikan antigen ke sel T. Sel T yang diaktifkan bermigrasi ke tempat infeksi dan memberikan bantuan ke sel NK dan makrofag. Sitokin yang diproduksi selama respon nonspesifik mendukung dan mengarahkan respon imun spesifik ke tempat infeksi.




























BAB III

PENUTUP

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar